Langsung ke konten utama

Mahasiswa dan Penanaman Mental Anti Korupsi


Mahasiswa dan Penanaman Mental Anti Korupsi
Oleh    : Rokhman Tafuzj (133111064)

Tidak bisa dipungkiri saat ini Negara kita masih terjerembak dalam sebuah permasalahan yang pelik tentang korupsi, bisa di bilang hampir setiap hari baik di media cetak dan elektronik selalu menyuguhkan berita tentang masalah korupsi. Masalah ini bisa disebut penyakit yang akut dari bangsa Indonesia, bagaimana tidak penyakit ini telah menjangkiti masyarakat bahkan praktik praktik korupsi sudah menjadi hal yang wajar. Bisa di bilang sudah menjadi rahasia umun di masyarakat kita. banyak sistem pemerintahan kita mulai dari tingkat lurah sampai menteri menteri bangsa ini yang seharusnya menerima dan memperjuangkan hak hak rakyatmalah ikut dalam praktik kotor tersebut. Di Indonesia ternyata koruptor memiliki kemmpuan yang luar biasa. Untuk mengadili para koruptor juga tidak mudah banyak kita jumpai ada istilah orang orang yang kebal akan hukum, dan juga masih jelas diingatan kita para koruptor yang bebas keluar masuk tahanan bahkan juga sampai berlibur ke pulau bali.atau memiliki fasilitas yang seperti hotel.
 korupsi sendiri adalah usaha memperkaya diri yang dilakukan pejabat Negara dengan tidak semestinya dan tidak legal dengan menyalah gunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepadannya.   Upaya  pemberantasan korupsi ini harus dilakukan bersama sama di setiap lapisan masyarakat, dengan cara menanamkan jiwa anti korupsi. Untuk itulah peran Mahasiswa sebagai tonggak utama penerus bangsa yang juga sebagai agent of change dan agent sosial of control bagi masyarakat di harapkan dapat membawa perubahan kearah yang lebih baik.
Mahasiswa yang memiliki semangat dan gejolak luar biasa dan berani keluar dari pakem apabila terjadi penyelewengan atau tidak sesuai dengan apa yang mereka anggap benar. dan itu sudah terbukti  contohnya saat demo besar yang dilakukan mahasiswa seluruh Indonesia dengan mendduduki gedung DPR/MPR pada saat itu dan dengan turun ke jalan, yang akhirnya berhasil menghentikan rezim presiden Soeharto. Tetapi itu dulu yang dibutuhkan sekarang adalah peranan mahasiswa sebagai penerus bangsa agar dapat memutus rantai rantai korupsi dengan menanamkan jiwa dan mental anti korupsi dalam masyarakat.
Dalam hal pendidikan upaya menanamkan jiwa anti korupsi memeng sangat penting mungkin perlu ditambahkan kurikulum tentang pendidikan karakter anti korupsi di sekolah, agar menambah nilai moral para siswa. Pendidikan anti korupsi juga harus di mulai sejak usia dini dan ada tingkat lanjutan sampai tingkat perguruan tinggi,  karena mereka mereka adalah para penerus bangsa Indonesia. Kita juga tahu bahwa para pelaku korupsi saat ini merupakan orang orang yang cerdas saat masih menuntut ilmu saat menjadi siswa ataupun mahasiswa, tetapi mereka kurang di bekali nilai nilai moral dan jiwa anti korupsi sehingga mereka mudah terjerumus ke dalam praktik korupsi.yang sepertinya hanya mengutamakan kecerdasan intelegensi (Intelligence quotient/IQ) tanpa adanya juga keseimbangan dengan kecerdasan spiritual (spiritual quotient/SQ dan kecerdasan emosional (emotional quotient/EQ).
Dan akhirnya pemberantasan korupsi memang harus di perlukan peran serta semua pihak baik dari lapisan masyarakat, guru, pemerintah untuk menenamkan karakter anti korupsi sejak usia dini khususnya, dan peran mahasiswa pada khususnya juga sebagai agent of change dan agent sosial of control harus bisa merubah dan menambahkan pendidikan anti korupsi dan juga ikut serta dan mengkontrol pemberantasan korupsi. Agar bangsa ini menjadi bangsa yang terbebas dari korupsi, yang selama  ini sudah mmelekat erat dengan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BIMBINGAN KONSELING DI LINGKUNGAN KELUARGA

PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING DILINGKUNGAN KELUARGA MAKALAH Di susun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Bimbingan Dan Konseling Dosen Pengampu :   Dr. Widodo Supriyono, M.Ag     Disusun Oleh :                                                               Rokhman Tafuzj   (1803038005)   PROGRAM S2 MANAGEMEN PENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO SEMARANG 2019   I.                    PENDAHULUAN            Sejalan dengan dinamika kebutuhan kehidupan, kebutuhan akan bimbingan d...

Manusia Makhluk Mulia

I.                    PENDAHULUAN Manusia adalah makhluk-Nya yang paling sempurna dan sebaik-baik ciptaan dibandingkan makhluk-makhluk-Nya yang lain. Manusia dilengkapi akal untuk berfikir yang membedakannya dengan binatang. Mengenai proses kejadian manusia, dalam Al-Qur’an (QS. Al-Hijr (15) : 28-29) diterangkan bahwa manusia diciptakan dari tanah dengan bentuk yang sebaik-baiknya kemudian ditiupkan ruh kepadanya hingga menjadi hidup. Banyak ahli ilmu pengetahuan mendukung teori evolusi yang mengatakan bahwa manusia berasal dari makhluk yang mempunyai bentuk maupun kemampuan yang sederhana kemudian mengalami evolusi dan kemudian menjadi manusia seperti sekarang ini. Di lain pihak banyak ahli agama yang menentang adanya proses evolusi manusia tersebut. khususnya agama islam yang meyakini bahwa manusia pertama adalah Nabi Adam a.s, disusul Siti Hawa dan kemudian keturunan-keturunannya hingga me...

Resensi Buku

RESENSI BUKU JUDUL BUKU         : Guru Besar Bicara                                   “MENGEMBANGGKAN KEILMUAN PENDIDIKAN ISLAM” PENULIS                 : Prof. Drs. H. Ahmad Ludjito, dkk. EDITOR                   : Muntholi'ah; Abdul Rohman, M. Rikza Chamami PENERBIT               :Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang bekerja sama dengan                                    RaSAIL Media Group CETAKAN            ...