Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Puisi Gus Mus

Tuhanku , Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu… Lembar demi lembar kitab kupelajari… Untai demi untai kata para ustadz kuresapi… Tentang cinta para Nabi. Tentang kasih para sahabat. Tentang mahabbah para sufi. Tentang kerinduan para syuhada. Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam. Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan… Tapi Ya Rabbi, Berbilang detik, menit, jam, hari,bulan dan kemudian tahun berlalu… Aku berusaha mencintai-Mu dengan cinta yang paling utama, tapi… Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu… Aku makin merasakan gelisahku membadai… Dalam cita yang mengawang. Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi… Hingga aku terhempas dalam jurang Dan kegelapan… Wahai Illahi, Kemudian berbilang detik, minit, jam, hari, bulan dan tahun berlalu… Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali. Menatap, memohon dan menghiba-Mu... Allahu Rahiim, Illahi Rabbii, Perkenankan...

Rindu Rasullullah

Hatiku bagaikan malam tanpa bulan, Bagaikan bulan tanpa bintang sebagai teman,tanpa kehadiranmu wahai kekasihku Hatiku seakan gelap tanpa naungan sinar cahayamu yang menerangi dalam setiap langkahku Hatiku layu seperti layunya bunga bunga tanpa siraman air kehidupan Aku menangis dan merintih karena merindukanmu Aku menangis karena kerinduanku dalam hatiku sangat dalam dan bergelora Mengingatmu adalah keindahan, selalu dan tidak pernah sirna dari hatikku Karena itu obatilah kerinduanku dan tolonglah aku, karena kerinduanku sangat bergelora Meskipun begitu, rasa rindu ini tetap kepadamu karena rasa rinduku adalah indah..